Puisi ” Kami Hanya Duduk di Sini ” Karya Ust. H.M Syamlan, Lc pada Aksi Bela Islam III

Apa kabar sahabat semua, semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan Nya kepada kita, kali ini saya akan memposting sebuah Puisi yang di tulis oleh ustad H.M. Syamlan, Lc. Beliau adalah Pembina Mahad Rabbani Bengkulu. Puisi ini langsung dibacakan oleh beliau di acara Aksi Bela Islam 3 di bengkulu pada tanggal 212 kemaren.
ustad-syamlan
Kami Hanya Duduk Di Sini
Buah Karya Syamlan dan Elza Septareni

Cantik sekali ibu pertiwi
Sorot matanya terang tak bertepi
Kasihnya mengalir setiap sore dan pagi
Dekapannya menentramkan hati
Tapi…
Menangis ibu pertiwi tanah airku
Berlinang air matanya membasahi sekujur tubuh
Anak-anaknya banyak yang korupsi
Anak-anaknya banyak yang rajin judi
Anak-anaknya banyak yang kecanduan ekstasi
Kini tangis Ibu pertiwi bartambah laqi
Di pangkuanya ada anak yang berani menistakan Kalam Ilahi
Belum ditangkap belum dimasukkan ke dalam terali
Padahal gelombang hati telah menuntut bak tsunami
Ibu pertiwi kian menangis tiada henti
Karena berhamburan tundingan tak jelas lagi
Terseret-seret seorang lemah Buniyani
Berhamburan kata melawan NKRI
Sementara sang penista masih bisa keliling safari
Pak Polisi, TNI, dan semuanya wahai anak negeri
Ibu pertiwi menangis menyayat hati
Ketika pencuri sandal jepit ditangkap tak perlu banyak ditanyai
Ketika nenek ditangkap membawa kayu dari hutan dituduh mencuri
Tapi tetap aman pejabat-pejabat korupsi
Tapi tetap lenggang bandar narkoba dan para mucikari
Pak Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota dan semuanya
Ibu pertiwi menangis dalam doa
Karena sebelumnya ada yang suka blusukan
Tapi kini sembunyi atau tidur saat rakyatnya mengadukan soal keadilan
Ibu Pertiwi kiat menjerit meski tak keluar suara lagi
Para santri, ulama dan kiyai, POLISi, TNI, Pegawai Negeri
Yang menyuarakan aspirasi dan hati nurani
Membela Kita Suci
Tapi disindir di mana-mana anti NKRI
Pak Polisi, Pak TNI, dan semuanya bersabarlah..
Allah maha tahu dan takkan pernah salah
Siapa sebenarnya yang setia dan siapa yang hanya cari makan saja
Di Mata-Nya yang maha adil takkan bisa sama
Apa itu NKRI?
Katakan dengan jelas
Jangan disembunyikan hanya dalam empat huruf
NKRI bukan Negara Korupsi Republik Indonesia
NKRI Bukan Negara Konglomerat Republik Indonesia
NKRI bukan Negara Komunis Republik Indonesia
NKRI itu adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Berkat rahmat Allah sebagai anugerah perjuangan yang suci
Runtuhlah NKRI kalau anak-anaknya berlomba korupsi
Runtuhlah NKRI kalau anak-anak rajin judi
Runtuhlah NKRI kalau santri, kiya dan guru ngaji dicaci
Runtuhlah NKRI kalau penista Kitab suci dilindungi
Runtuhlah NKRI bila komunis dibiarkan bersemi
Anak-anak Ibu Pertiwi ini..
Yang berkumpun di Monas dan di sini
Demi membela Kitab yang di bawa Nabi
Mungkin bisa dihalau dan bubar pergi
Tapi kalau burung ababil yang dikirim Pemilik Sejati Negeri ini
Untuk menuntut sang penista Kitab Suci
Maka kekuatan negara apa yang bisa menghadapi
Allahu akbar Rabbul ‘izzati…
Pak Presiden, Pak gubernur, Pak Polisi, Pak TNI dan semuanya…
Al-Qur’an itu mukjizat..
Kalau diturunkan kepada gunung niscaya tersungkur atau meledak
Maka sesungguhnya bukan Al-Qur’an yang butuh kita bela
Kitalah yang membutuhkan Al-Qur’an agar negara penuh berkah
Apalagi nanti jabatan presiden dan semua kedudukan telah dilepas
Saat senjata tak di tangan lagi
Bahkan saat uang dan semua yang kita punya tak berarti
Apa yang kita jawab saat malaikat mungkar dan nakir bertanya..
Siapa Tuhanmu? Apa Agamamu? Siapa Nabimu? Apa Kitabmu?
Bagaimana kita bisa menjawab bila kini kita hanya diam?
Bagaimana kita bisa menjawab?
Dimana kamu saat anak-anak Ibu pertiwi ada yang rela jalan kaki demi membela kita Suci?
Kini Ibu pertiwi bangga dan tersedu-sedu menangis haru
Masih ada putra-putrinya yang rela berjalan kaki
Dari ciamis ke Jakarta ingin mengadu
Tak membawa bekal kecuali niat yang suci
Ya Allah.. kita hanya duduk di sini…
Ya Allah meski kita hanya duduk di sini…
Ya Allah saksikan kami meski hanya duduk di sini….
Ya Allah catat kami meski kami hanya duduk di sini….
Ya Allah kami hanya duduk di sini…
Ya Allah di sini ada Polisi, ada TNI kami semua insyaallah satu hati…
Ya Allah pandang kami
Sebagai pembela Kitab-Mu yang suci
Meski kami hanya duduk di sini
Catat kami sebagai pembela anugerahmu NKRI tanah air kami
Meski kami hanya duduk di sini…
Ya Allah jauhkan kami dari para penista Kitab-Mu
Ya Allah Jauhkan kami dari para pengkhianat negeri ini
Ya Allah kami berjanji ….
Bila penista itu sampai tak segera dimasukkan ke dalam terali..
Apalagi bila dinyatakan bebas dari fatwa MUI..
Maka kami takkan mau lagi duduk di sini …
Kami akan bergabung merapat ke DKI…
Allahu akbar… Allahu akbar .. Allahu akbar…
Ya Allah anugrahkan kepada kami syafaat Al-Qur’an nanti di akhirat
Ya Allah kumpulkan kami nanti di Surga-Mu bersama kekasih-Mu Nabi Muhammad.
Sholluuu ‘alaiiiih….
Bengkulu, 1 Desember 2016
Untuk melihat video nya silahkan liat disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar