Lomba Sampan, Event Tahunan di Kampungku


Hai teman-teman, apa kabarnya, sekarang masih suasana syawal. Taqabbalallahu minna waminkum, semoga amalan yang kita lakukan diterima olehh Allah Subhana Wata'ala . Oya, sudah lama saya tidak posting nih ( emang biasanya posting sebulan sekali sih, hehehe ). Kali ini saya akan bercerita tentang kegiatan selama Idul Fitri kemaren. Sebenarnya, idul fitri kemaren saya tidak kemana-mana. jadi kalau tidak kemana-mana saya mau cerita apa? Hehehe
Sama seperti teman-teman lainnya, saya ikut mudik loh. Tapi mudiknya gak kerumah mertua karena belum punya mertua ( doakan ya semoga cepat dapat mertua, Hahahaha ). Nah, hampir setiap tahun semenjak saya merantau di Bengkulu tepatnya, saya selalu mudik ke kampung halaman. Dimana kampung halaman saya, yaitu di desa Pernyah kecamatan Teramang Jaya kabupaten Mukomuko. Kalau kalian dari Bengkulu jarak tempuhnya sekitar 5-6 jam perjalanan.

Desa pernyah ini adalah desa yang baru mekar, kurang lebih 15 tahun yang lalu ( udah 3 kali ganti kepala desa ) dari desa Pondok Baru. Secara geografis desa Pernyah ini berbatasan dengan sungai, laut, dan kebun. kenapa saya menyebutkan letak geografisnya desa pernyah ini karena desa ini mempuyai event tahunan setiap lebaran yaitu lomba sampan. Entah kapan mulainya perlombaan ini, seingat saya waktu kecil saya sering nonton perlombaan ini. saat desa pernyah masih menjadi bagian dari desa Pondok Baru.

Desa pernyah adalah desa yang indah dulunya ( sebelum ada pabrik dan kebun sawit ), mata pencaharian warga di Desa ini adalah berkebun. Rata-rata mereka berkebun tidak dekat dari tempat tinggal mereka. Menurut cerita dari orang tua di Desa, masyarakat disana berkebunnya jauh di Hulu sungai sana. Terkadang mereka harus meninggalkan rumah mereka di Desa untuk berkebun. yang tinggal dirumah hanyalah anak-anak yang masih sekolah, itupun cuma sebatas SD. karena untuk melanjutkan ke SMP jauh dan memakan banyak biaya. Mereka harus menginap dikebun dan hanya pulang sebulan sekali atau 2 minggu sekali. Mereka juga berkebunnya Nomaden (berpindah-pindah). Biasanya mereka membuka lahan itu tidak jauh dari tepi sungai, karena mereka melakukan perjalanan ke kebun itu menggunakan Sampan.

Nah, mungkin inilah yang menjadi awal kegiatan lomba ini, untuk melihat siapa yang jago mengendarai Sampan mereka dan siapa yang paling kuat. Kalian tahu teman-teman, untuk mengendarai sampan itu tidak mudah, butuh keseimbangan dan tenaga yang kuat. Saya pernah mencoba menaiki dan mencoba mendayung, ternyata sampan saya hanya mutar-mutar. Bagaimana dengan teman-teman, sudah pernah mencobanya belum?

Bagaimana cara perlombaan sampan ini, perlombaan sampan ini dilakukan per team. Setiap team terdiri dari 2 orang. Setelah melakukan pendaftaran mereka akan mengambil No undian untuk menempati bagan lomba. Jadi setelah selesai nanti kita akan tahu siapa lawan kita. Oya, 2 orang itu terdiri dari laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan. Kalian tahu, apa saja hadiah yang didapatkan? Untuk juara 1 mereka bisa mendapatkan satu ekor kambing. hehehe.

Banyak masyarakat yang datang menonton perlombaan ini, baik yang muda,tua,anak-anak,bahkan dewasa. Saya pun tak lupa ikut menonton, tapi jika saya menonton perlombaan ini, pulangnya saya basah semua karena saya ikutan nyebur di sungai, untuk mengikuti lomba saya tidak pernah. Demikianlah cerita saya, semoga perlombaan ini akan selalu digelar setiap tahunnya.
Tulisan ini dibuat dalam rangka menjawab tantangan #nulisserempak Blogger Bengkulu (BoBe) tentang #lebarandibengkulu

   

4 komentar:

  1. Keren jga y mas, kalo bisa dibuat kyak festival undang dari luar juga . .

    BalasHapus
  2. Waaah keren ya Om acaranya. Semoga mengundang minat para wisatawan luar

    BalasHapus