Curug Cipanji, Surga Tersembunyi di Bandung Selatan



Ada yang bilang, Bandung diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Ungkapan ini pun diamini banyak orang dengan selalu berwisata ke Bandung saat akhir pekan. Hal ini tidak lepas dari banyaknya pesona wisata yang dimiliki kota berjuluk Paris van Java ini. Di kota Kembang ini, banyak tempat-tempat menarik untuk melihat pemandangan alam yang cantik, mencicipi kuliner yang kreatif dan kaya rasa, belanja barang-barang branded dengan harga murah, wisata seni dan budaya, dan masih banyak lagi.

Fasilitas pariwisatanya pun sangat lengkap. Wisatawan akan dengan mudah melakukan  booking hotel di Bandung dengan harga yang cukup miring dan berlokasi di dekat kawasan wisata seperti Hotel Mercure. Harga hotel Mercure Bandung ini tergolong cukup murah untuk fasilitas nomor wahid yang ditawarkan.

Di balik tempat-tempat wisata menarik yang pamornya sudah terkenal ke berbagai wilayah, Bandung juga masih punya destinasi menawan yang letaknya cukup tersembunyi, jauh dari hingar bingar perkotaan, dan sangat alami. Salah satunya adalah Curug Cipanji, yang letaknya sangat tersembunyi di balik kehidupan Desa Tenjolaya, Pasir Jambu, Kawasan Wisata Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Curug Cipanji sangat menawan. Di sana, terdapat air terjun bertingkat yang terdiri dari air terjun dengan tinggi sekitar 6 meter dan 25 meter. Air terjun paling tinggi  adalah tujuan akhir dari perjalanan ke curug Cipanji. Di curug setinggi 25 meter itu, pengunjung bisa mandi, berfoto, atau sekedar bersantai. Airnya pun sangat jauh dari pencemaran karena mengalir langsung dari sumbernya. Jadi, air di Curug Cipanji sangat jernih. Sehingga siapapun yang mandi di sana akan merasa bersih dan nyaman. Selain itu, suhu airnya sangat dingin. Jadi sangat cocok untuk mendinginkan pikiran yang sudah penuh dengan kepenatan.

Menariknya, di jalur menuju terdapat wahana air yang terbentuk secara alami dari bebetuan. Di tempat ini, pengunjung bisa bermain perosotan seperti sedang berada di waterpark. Makanya banyak pengunjung yang pernah datang ke sini menjuluki Curuh Cipanji sebagai Waterboom alami.

Suasana di curug Cipanji pun sangat tenang. Kalau berkunjung ke sini di hari kerja, Curug Cipanji nyaris tidak dikunjungi wisatawan sama sekali. Jadi wisatawan tidak akan mendengar keriuhan seperti yang ada di perkotaan. Selama berada di sana, pendengaran pengunjung hanya akan disuguhkan suara alam yang menentramkan seperti gemercik air, pohon yang tertiup angin, sampai kicauan burung dan serangga yang saling bersahutan. Sedangkan mata pengunjung hanya akan melihat suasana alam yang masih sangat alami.

Namun untuk sampai ke Curug Cipanji tidaklah mudah. Pengunjung harus trekking terlebih dahulu menyusuri lembah dan sungai selama satu jam dari titik terakhir yang bisa dilalui kendaran. Maklum saja, letak curug ini memang sangat tersembunyi di balik hutan. Namun, perjalanan menyusuri lembah dan sungai inilah yang membuat Curug Cipanji menjadi sangat istimewa.

Trekking akan dimulai dengan menitipkan kendaraan terlebih dahulu di warung atau rumah warga. Di warung, pengunjung bisa sekaligus membeli minuman dan camilan untuk dibawa selama perjalanan. Bila menitipkan di rumah warga, pengunjung bisa sekaligus meminta bantuan pemilik rumah untuk membuatkan makanan sederhana dengan membayar sejumlah uang.

Lalu, trekking dilanjutkan dengan menyusuri hampara kebun teh berbukit yang sangat indah. Saat melalui kebun teh ini, wisatawan dijamin akan betah berlama-lama di sana. Ada yang menghabiskan waktu untuk berfoto atau bersantai sambil memandang indahnya perkebunan tersebut.

Setelah melewati kebun teh, pengunjung akan masuk ke hutan yang di dalamnya terdapat perkebunan warga. Menariknya, beberapa ratus meter setelah masuk hutan, ada warung yang berdiri di sana. Di sini, pengunjung bisa beristirahat sejenak sambil memesan segelas teh hangat atau mie instan. Sayangnya, warung ini tidak beroperasi setiap saat. Itulah sebabnya mengapa pengunjung perlu membawa perbekalan sebelum melakukan trekking.

Semakin jauh, maka pengunjung akan masuk semakin dalam ke hutan. Selama di hutan ini, pengunjung harus berjalan kaki menyebrangi sungai yang airnya hanya setinggi mata kaki. Ada juga bagian sungai yang airnya melebihi lutut orang dewasa. Jadi selama perjalanan ke Curug Cipanji, pastikan membawa alas kaki yang memadai dan pakaian ganti. Setelah satu jam berjalan, tibalah di curug utama. Rasa lelah yang didapat selama perjalanan pun akan hilang sesampainya di curug utama. Biasanya, pengunjung akan langsung menyeburkan diri untuk menikmati segarnya air di curug Cipanji.

Jika sebelumnya pengunjung menitipkan kendaraan dan di rumah warga dan meminta bantuan untuk dibuatkan makanan, setelah kembali dari curug pengunjung bisa langsung menyantap makanan di rumahnya. Selain itu, pengunjung juga bisa sekaligus mengobrol dengan penghuni rumah sambil mencicipi rasa teh hangat yang dipetik langsung dari kebun.

Tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat menawan yang tersembunyi di Bandung? Ayo booking hotel di Bandung sekarang juga.  Lalu kunjungi Curug Cipanji atau eksplor tempat wisata tersembunyi lainnya yang ada di Bandung.

Temukan Harga hotel Mercure Bandung di reservasi.com. Selain itu, kamu juga bisa booking hotel di Bandung lainnya secara lebih mudah dengan penawaran harga terbaik.

3 komentar:

  1. Siap" beli tiket ke bandung.. ����

    BalasHapus
  2. Waduh mau dong ke wisata yg green ini . . .

    BalasHapus
  3. Ketika lagi kecewa ga bisa ngetrip, terus baca postingan mengenai destinasi wisata itu rasanya... >.<

    BalasHapus